Gambaran Intensi Minum Obat Pencegah Filariasis Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya

Elvin Yuliani, Neti Juniarti, Ahmad Yamin

Abstract


ABSTRAK

 

PENDAHULUAN: Program Pemberian Obat Pencegahan secara Massal (POPM) Filariasis di Indonesia dilaksanakan sebagai salah satu upaya memutuskan rantai penularan Filariasis di daerah endemi. Target cakupan POPM Filariasis ditetapkan sebesar 85%. Pada tahun 2015 cakupan minum obat terendah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya berada di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya dengan persentase minum obat pencegahan sebesar 46,95% dari jumlah sasaran minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran intensi minum obat pencegah Filariasis pada ibu rumah tangga di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya. METODE PENELITIAN: Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 166 orang responden. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mengukur intensi. Analisis data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. KESIMPULAN: Hasil penelitian menunjukan  intensi minum obat pencegah Filariasis pada ibu rumah tangga di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya masih rendah.

 

 

ABSTRACT

INTRODUCTION: Mass Drug Administration (MDA) Program of Lymphatic Filariasis   in Indonesia was implemented as an effort to break the chain of transmission of Filariasis in endemic areas. Target coverage of MDA is set at 85%. In 2015, the lowest drug coverage in Tasikmalaya Regency was in Citalahab Village, Karangjaya District with the percentage of MDA coverage (46.95%) from the target.. The purpose of this research was to explore the description of intention to mass drug administration of Lymphatic Filariasis in housewife in Citalahab village, Karangjaya sub-district, Tasikmalaya regency. RESEARCH METHOD: The research method used is cross sectional study. The sampling technique used simple random sampling method with 166 respondents. The research location was done in Citalahab Village, Karangjaya Sub-district, Tasikmalaya Regency. Data collection uses questionnaires that measure intentions. Data analysis was presented in the form of frequency distribution. CONCLUSIONS: The results showed the intention of taking the drug of prevention of filariasis in housewife in Citalahab Village, Karangjaya Sub-district is still low

Keywords


Filariasis, POPM Filariasis, Theory of Planned Behavior (TPB), IntensiLymphatic Filariasis, Mass Drug Administration (MDA), Theory of Planned Behavior (TPB), Intention

References


Ajzen, I. (2012). Theory of Planned Behavior. http://researchgate.net/publication

Akbar, H., Anderson, D. & Gallegos, D. (2016). Predicting Intentions and Behaviours in Populations with or At-Risk of Dabetes : A Systematic Review. www.sciencedirect.com/science/article/pii/S22113355150 00431

Alamsyah, A. & Marlina, T. (2016). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Cakupan Menelan Obat Massal Pencegah Filariasis. http://ejournal.kopertis10.or.id/index.php

Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat. (2015). Jawa Barat Dukung Bulan Eliminasi Filariasis . www.diskes.jabarprov.go.id

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan WHO Indonesia. (2014). Pedoman Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Pemberian Obat Massal Pencegahan Filariasis Oktober 2015). Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Filariasis. Jakarta.

Nanda. B., Sadanandane, C., Jambulingam & Das P. K. (2007). Delivery Strategy of Mass Annual Single Dose DEC Administration to Eliminate Lymphatic Filariasis in the Urban Areas of Pondicherry, South India : 5 Years of Experience. Filaria Journal. http://www.filariajournal.com/content/6/1/7.

Njomo, D. W, Amuyunzu-Nyamongo, M., Mukoko, D. A., Magambo, J., & Njenga, S. (2012). Socioeconomic Factors Associated with Compliance with Mass Drug Administration for Lymphatic Filariasis Elimination in Kenya: Descriptive Study Results. Annals of Tropical Medicine and Public Health, 5(2), 103-110. doi:http://dx.doi.org/10.4103/1755-6783.95962

Njomo, D. W., Amuyunzu-Nyamongo, M., Magambo, J. K., Njenga, S. M. (2012). The Role of Personal Opinions and Experiences in Compliance with Mass Drug Administration for Lymphatic Filariasis Elimination in Kenya. PLoS ONE 7(11): e48395. doi:10.1371/journal.pone.0048395

Seksi Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya. (2015). Laporan Tahunan Seksi Pemberantasan Penyakit Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Tahun 2015. Tasikmalaya

Seksi Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya. (2015). Laporan Cakupan Hasil Pelaksanaan POMP Filariaris Tahun 2015. Tasikmalaya.

Subdit Filariasis & Schistosomiasis Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Epidemiologi Filariasis. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.33755/jkk.v4i1.95

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

                                                                        Creative Commons License

This journal (p-ISSN : 23548428  e-ISSN : 25988727) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.