Kebutuhan Masyarakat Sekolah Tentang Media Edukasi Dalam Meningkatkan Personal Hygiene Pada Anak Di SD Sukagalih

Deni Maisa Putra, Neti Juniarti, Sheizi Prista Sari

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Kebutuhan masyarakat sekolah tentang media edukasi kesehatan  dalam meningkatkan personal hygiene anak masih belum banyak dikembangkan. Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media edukasi dapat meningkatkan kemampuan kritis anak. Personal hygiene atau kebersihan diri perorangan perlu diaplikasikan pada diri pribadi serta keluarga agar terhindar dari penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali ide-ide atau persepsi masyarakat sekolah tentang kebutuhan untuk meningkatkan Personal hygiene pada anak di SD Sukagalih. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif eksploratif untuk menggali ide-ide secara mendalam dari partisipan. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sample, berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak sembilan belas orang partisipan yang bersedia terlibat dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam pada orangtua, guru, masyarakat, dan tenaga kesehatan, sedangkan pada anak-anak dilakukan focus group discussion (FGD). Waktu penelitian pada bulan September sampai dengan bulan November 2017, analisis data menggunakan teori Braun and Clarke (2006). Hasil: Penelitian didapatkan empat tema yaitu; kebutuhan akan media, kriteria media yang baik, jenis media yang dibutuhkan, dan penyitaan waktu dalam kebiasaan bermain. Diskusi: Bahwa masyarakat sekolah membutuhkan media dan metode untuk meningkatkan personal hygiene pada anak. Diperlunya kerjasama masyarakat sekolah untuk meningkatkan personal hygiene anak dan akan kebutuhan media edukasi yang dapat membantu pengetahuan, motivasi anak, dan  mendidik anak kearah yang lebih baik dalam kesehatan personal hygiene.


ABSTRACT

Introduction: The needs of the school community about health education media in improving child hygiene are still not widely developed. Health education by using educational media can improve children's critical ability. Personal hygiene or personal hygiene needs to be applied to personal and family to avoid disease. The purpose of this study was to explore the ideas or perceptions of the school community about the need to improve personal hygiene in children in SD Sukagalih. Method: This study was conducted using a qualitative explorative design to explore the ideas in depth from the participants. The selection of participants was used purposive sample technique, based on the inclusion criteria. Nineteen participants were agreed to join in the study. Data collection used in-depth interview techniques for parents, teachers, communities, and health workers, while in children focus group discussions (FGDs) were conducted. During the study period from September to November 2017, data analysis used Braun and Clarke's theory (2006). Result: The research found four themes; the need for media, good media criteria, the type of media required, and the seizure of time in play habits. Discussion: That the school community needs media and methods to improve personal hygiene in children. There is a need for school community co-operation to improve the child's personal hygiene and the need for educational media that can help knowledge, motivate children, and educate children towards better health of personal hygiene.

 




Keywords


Media Edukasi, Masyarakat sekolah, Personal hygiene, Anak usia sekolah., Media Education, School community, Personal hygiene, School-age children.

References


Ahmad Kholid (2014). Promosi Kesehatan dengan Pendekatan Teori Perilaku, Media, dan Aplikasinya untuk Mahasiswa dan Praktek Kesehatan. Ed-1-2. Jakarta: Rajawali Pers.

Ardhiyarini (2008). Perilaku personal hygiene pada anak usia sekolah di SD Kadipiro 2 Kasihan Bantul Yogyakarta.

Bokolas, V., Amanatidis, N., & Koutromanos, G. (2015). Students as Digital Games' Evaluators: Enhancing Media Literacy and Learning Through Game Playing and Evaluation Methods, Reading.

Cahyani. D. (2010). Studi Komparasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Berdasarkan Pola Asuh Permisif, Demokratif, dan Otoriter pada Anak Sekolah Dasar Ngabean Yogyakarta.

Cambridge University (2015), The Impact of Media and Technology in Schools.

Creswell, JW (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitaif, dan Mixed. 3 ed. Yogyakarta: Pustaka Palajar.

Darmadi, Hamid (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta, Bandung

Deb et al (2010). Relationship of personal hygiene with nutrition and morbidity profile: A study among primary school children in South Kolkata. Indian.

Ervin, Oktaviana (2010). Peran Stakeholder dalam Menangani Masalah Kesehatan

Fitriani, Dianita (2012). Pengaruh Edukasi Sebaya Terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Agregat Anak Usia Sekolah yang Beresiko Kecacingan Di Desa Baru Kecamatan manggar Belitung Timur.

Hutabarat, Natalia (2009). Peran Petugas Kesehatan, Guru, dan Orangtua dalam Pelaksanaan UKGS dengan tindakan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Murid Sekolah Dasar Di Kota Medan.

Lestari, Barkah (2006). Upaya Orangtua Dalam Pengembangan Kreativitas Anak.

Maleong, L (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung; PT. Remaja Rosdakarya.

Meena Siwach (2009). Personal hygiene siswa sekolah dasar rural.

Notoatmodjo, Soekidjo, dkk (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan: Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo, dkk (2010). Promosi Kesehatan di Sekolah: Jakarta: Rineka Cipta.

Nurjannah, Anna (2012). Personal Hygiene Siswa Sekolah Dasar Negeri Jatinangor.




DOI: https://doi.org/10.33755/jkk.v4i1.94

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This journal (p-ISSN : 23548428  e-ISSN : 25988727) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View Our Statistics