HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PREVALENSI ASTIGMATISMA

Authors

  • Chita Widia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banti Tunas Husada Tasikmalaya
  • Ayu Nursobah
  • Darmono Darmono

DOI:

https://doi.org/10.33755/jkk.v7i1.192

Keywords:

Durasi, gadget, astigmatigma

Abstract

Dampak negatif yang ditimbulkan dari seringnya mengakses layar monitor salah satunya adalah kelainan refraksi, hal ini sangat membatasi fungsi indera tersebut. Salah satu jenis kelainan refraksi adalah Astigmatisma dimana berkas cahaya tidak difokuskan pada satu titik dengan tajam pada retina.Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan prevalensi astigmatisma pada mahasiswa DIII Keperawatan STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Dalam penelitian ini, analisis variabel independen dan variabel dependen menggunakan uji pearson. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan durasi  penggunaan gadget dengan prevalensi astigmatisma pada mahasiswa TK 1 dan II prodi D III Keperawatan STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya nilai p (0,002) < α (0,05). Disarankan kepada seluruh pihak yang terkait agar tetap memperhatikan durasi penggunaan gadget.

Author Biography

Chita Widia, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banti Tunas Husada Tasikmalaya

D. III Keperawatan, Lektor

References

American Optometric Association. (2015) Computer Vision Syndrome. (cited 2019 Apr 24). Available from:https://www.aoa.org/ patients-and-public/caring-for-your-vision/ protecting-your-vision/computer-vision-syndrome.

Andrias, L., dkk (2015). Hubungan Lingkungan Kelas terhadap Kelainan Refraksi Miopia pada Siswa Kelas 5 SD di Sd X Semarang.

Hashemi H, Rezvan F, Yekta AA, Hasemi M, Norouzirad R, Khabazkhoob M. (2014). The Prevalence of Astigmatism and its Determinants in a Rural Population of Iran: The “Nooravaran Salamat†Mobile Eye Clinic Experience. Middle East Afr J Ophthalmol. 2014 Apr-Jun (cited 2019 Feb 25); 21(2): 175– 181. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/ pmc/articles/PMC4005184/

HV Nema et.al. (2008). Textbook of Ophthalomology. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.

Ilyas, S.(2009). Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2009.

Rosenfield M, Hue JE, Huang RR, Bababekova Y. (2012). The effects of induced oblique astigmatism on symptoms and reading performance while viewing a computer screen. Opthalmic Physiol Opt. 2012 Mar (cited 2018 Jul 24);32(2):142-8. Available from: https://onlinelibrary. wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1475-1313.2011.00887.x

Vision Council.(2014). Digiteyezed: the daily impact of digital screens on the eye health of Americans [diunduh 8 Agustus 2019]. Tersedia dari: https:// gunnars.fr/wp-content/uploads/2014/11/ TVCDIGITEYEZEDREPORT2013.PDF.

Wen G, Hornoch KT, Codwin RM, Cotter SA, Borchert M, Lin J, et al. (2013) Prevalence of myopia, hypermiopia, and astigmatism in non hispanic white and asian children: multi-ethnic pediatric eye disease study. Department of Preventive Medicine, Keck School of Medicine, University of Southern California, Los Angeles, CA. 2013 Okt (cited 2019 Jul 24); 120(10): 2109– 2116. Available from: h https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/ PMC3902090/282/en/

World Health Organization. (2014). Visual impairment and blindness. (updated 2014 Aug; cited 2015 Jul 24). Available from: http://www.who.int/ mediacentre/factsheets/fs.

Published

2021-01-31