EFEKTIVITAS TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN POST OPERASI: LITERATURE REVIEW

Authors

  • Dian Anggraini Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKep) PPNI Jawa Barat
  • Auliya Safinatunnajah Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKep) PPNI Jawa Barat

DOI:

https://doi.org/10.33755/jkk.v7i1.184

Keywords:

Kualitas_tidur, post_operasi, SEFT

Abstract

Latar belakang : Pembedahan merupakan tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani dan selanjutnya bisa menyebabkan reaksi fisiologis maupun psikologis. Salah satu reaksi fisiologis dari pembedahan adalah gangguan tidur akibat nyeri dan cemas yang dirasakan karena berkurangnya pengaruh anastesi, lingkungan yang berubah, dan ketakutan terhadap perubahan kesehatannya. Terapi SEFT dapat mengatasi gangguan tidur karena terapi SEFT berfokus dengan kalimat doa sehingga tubuh akan mengalami relaksasi dan menyebabkan menjadi tenang, selain untuk penyembuhan baik fisik maupun emosi, juga dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi dan kedamaian hati. Tujuan : untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) terhadap kualitas tidur pada pasien post operasi. Metode : Strategi pencarian dilakukan melalui Google Scholar. Metode penelitian yang digunakan yaitu literature review dengan jumlah tujuh artikel. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien post operasi. Kesimpulan : pada penelitian ini adalah dengan mengetahui adanya keefektifan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap kualitas tidur pada pasien post operasi diharapkan praktisi dapat menjadikan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dapat diaplikasikan dalam mengatasi gangguan tidur sebagai bentuk layanan khusus di rumah sakit.

Author Biographies

Dian Anggraini, Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKep) PPNI Jawa Barat

Departemen Keperawatan Medikal Bedah

Auliya Safinatunnajah, Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKep) PPNI Jawa Barat

Departemen Keperawatan Medikal Bedah

References

Alimul, A. (2015). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika.

Amir Syarif, Purwantyastuti Ascobat, Ari Estuningtyas, Rianto Setiabudy, Arini Setiawati, Armen Muchtar, et al. (2007). Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Gaya Baru: Jakarta.

Arnata, P. A., & , Rosalina, P. lestari. (2018). Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur pada Lansia di Desa Gondoriyo Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Indonesian Journal of Nursing Research Vol. 1 No. 1 Mei 2018 Pengaruh, 1(1), 48–61.

Bakara, D.M., Ibrahim, K., & Sriati, A. Pengaruh Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap gejala depresi, kecemasan, stres pada pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) non Percutaneous Coronary intervenstion (PCI). Jurnal Keperawatan Padjajaran. 2013. 1 (1), 52-59.

Brunner & Suddarth. (2014). Buku Keperawatan Medikal Bedah edisi 12 Volume 1. Jakarta: EGC.

Dalimartha. (2008). Care Your Self Hipertensi. Jakarta: Penebar Plus.

Faiz, Z. (2008). Spiritual Emotional Freedom Technique for Healing, Succes, Happiness, Greatness. Edisi Revisi, Afzan Publishing Jakarta.

Ghaddafi, M. (2013). Tatalaksana Insomnia Dengan Farmakologi atau Non-Farmakologi. E-Jurnal Universitas Udayana, 1–17.

Hidayat, A. A., & Uliyah, M. (2005). Buku Saku Praktikum Kebutuhan Manusia. EGC.

Hidayat, A.Aziz Alimul, 2015. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta. Salemba Medika.

Haynes, T. (2010). Effectiveness of Emotional Freedom Techniques on Occupational Stress for Preschool Teachers. A Dissertation in Partial Fulfillment of the Requirements for the Degree of Doctor of Psychology. Proquest Llc

Khasanah, K. (2012). Kualitas Tidur Lansia: Jurnal Nursing Studies Volume 1, Nomor 1. Hal 189-196.

Lalluka, Tea et al. (2014). Sleep and Sickness Absence: A Nationally Representative Register-Based Follow-Up Study.

LeMone, P, & Burke. (2008). Medical Surgical Nursing: Critical Thinking in Client Care (ed 4). Pearson Prentice Hall: New Jersey.

Maas, J. B. (2002). Power Sleep: Kiat-Kiat Sehat untuk Mencapai Kondisi dan Prestasi Puncak. Bandung: Kaifa

Metty Verasari. (2014). Efektifitas Terapi Spiritual Emotion Freedom Technique (SEFT) terhadap Penurunan Insomnia pada Remaja sebagai Residen NAPZA. Jurnal Sosio-Humaniora, 5(1), 75–101.

Maryunani, N. (2014). Asuhan Keperawatan Perioperatif. Jakarta: Trans Info Media.

Mills, Chaterin J. A. 2012. Comparision of Relaxation Techniques on Blood Preassure Reactivity and Recovery Assessing the Moderating Effect of Anger Coping Style. Dissertation Old.

Nagai, M., & Kario, K. (2012). [Sleep disorder and hypertension]. Nihon Rinsho. Japanese Journal of Clinical Medicine, 70(7), 1188—1194.

Nashori, Fuaad. (2010). Psikologi Sosial Islami, Jakarta: PT Refika Aditama.

National Sleep Foundation. (2010). Dipetik Mei Minggu, 2020, dari National Sleep Foundation: https://sleep foundation.org

Nursalam (2011). Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Pranowo, S., Rahmat, D., & Sutarno. (2018). Perbandingan Antara Progressive Muscle Relaxation dan Spiritual Emotional Freedom Technique Terhadap Kualitas Tidur Pasien Hipertensi. Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian, 16(1), 17. https://doi.org/10.26576/ profesi.279

Potter, PA (2009). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Edisi 4, Vol.2. Jakarta : EGC

Potter, Perry. Fundamental of Nursing: Consep, Process and Practice. Edisi 7. Vol 3. Jakarta : EGC. 2010.

Pujiati, E., & Febita, I. (2019). Pengaruh Spyritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Penurunan Tingkat Insomnia pada Penderita HIV/AIDS (ODHA). Jurnal Profesi Keperawatan, 6(1), 1–15.

Rajin, M. (2012). Terapi Spiritual Emotional Freedom Tehnique (SEFT) untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien Pasca Operasi Spiritual Emotional Freedom Tehnique (SEFT) Therapy to Improve the Quality of Patient Sleep on Post Operation in Hospital. UMY.

Remmes A. H., (2012). Current Diagnosis And Treatment Neurology. Sleep Disorders. Second Edition. Singapore: The McgrawHill Companies, Inc. Pp. 483-491.

Sjamsuhidajat. 2010. Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi II. Jakarta: EGC.

Stanly (2007). Buku Ajar Keperawatan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Soemardini, Suharsono, T., Kusuma, AM., (2013). Pengaruh Aromaterapi Bunga Lavender terhadap Kualitas Tidur Lansia di Panti Werdha Pangesti Lawang. Majalah Kesehatan

Susilawati, & Kasron. (2018). Perbandingan Efektifitas Spiritual Emotional Freedom Technique dan Progressive Muscle Relaxation Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Penderita Hipertensi di Cilacap Selatan. 6(1), 1–8.

Tamsuri, Anas. (2012). Konsep dan Penatalaksanaan Pembedahan. Jakarta: EGC.

Vangsapalo, D. (2010). Emotional Freedom Technique (EFT): Terapi Modern yang Mengubah Hidup Anda. Tangerang: Quantum Succes Training & Coaching.

Verasari. M. (2014). Efektivitas Terapi Spritual Emotion Freedom Technique (SEFT) terhadap Penurunan Insomnia pada Remaja Sebagai Residen Napza. Jurnal SosioHumaniora Vol.5 No.1. 75-101.

WHO. WHO Guidelines for Safe Surgery. (2009). WHO Press.

Wolniczak, (2013). Association between Facebook Dependence and Poor Sleep Quality: A Study in a Sample of Undergraduate Students in Peru. 8(3).

Zainuddin, AF. (2009.) Spiritual Emotional Freedom Technique. Jakarta: Afzan Publising.

Published

2021-01-31