PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SENAM PROLANIS DAN SENAM DIABETES TERHADAP GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

Faisal Kholid Faisal Kholid

Abstract


Penyakit Diabetes Melitus (DM) kini menjadi ancaman yang serius bagi umat manusia di dunia. Komplikasi pada Diabetes Melitus (DM) tipe 2 dapat dihambat melalui kemampuan menjaga kadar gula darah selalu normal  atau  mendekati  batas  normal. Berbagai macam cara harus dilakukan untuk dapat mengontrol kadar gula darah. Penting untuk kita mengetahui manakah cara yang paling sesuai dilakukan sehingga perlu untuk membuktikan apakah senam diabetes dan prolanis dapat efektif terhadap pengontrolan gula darah. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest with control group. Penelitian ini  dilakukan di Puskesmas wilayah kerja Singkawang Tengah. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 60. Hasil dari penelitian ini adalah ada perbedaan yang nyata nilai GDS pada kelompok Senam Prolanis, kelompok Senam DM dan kelompok kontrol dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 artinya perbedaan yang nyata nilai GDS pada kelompok Senam Prolanis, kelompok Senam DM dan kelompok kontrol. Keluarga dianjurkan berolahraga selama 30 – 40 menit, dapat meningkatkan pemasukan glukosa kedalam sel sebesar 7 sampai 20 kali lipat dibandingkan tanpa latihan fisik.


Keywords


DM tipe 2, Senam Diabetes, Senam Prolanis

Full Text:

PDF

References


American Diabetes Association (ADA). (2012). Diagnosis and Classification of Diabetes Melitus. Diabetes Care, 35(1); S5-S10

Boulton, A.J.M. 2005. Management of Diabetic Peripheral Neuropathy. Clinical Diabetes, 23(1): 9-15

BPJS, Buku Panduan Prolanis (2014). Program Pengelolan Penyakit Kronis

Headley, (2011).Advanced practice nurses : Role in the Early Diagnosis of Diabetic nursing journal, 27.177-187

Hidayat. T. (2010). Prolanis : Upaya peningkatan kualitas hidupdan pelayanan bagi peserta. Jakarta, info askes 8-9

Kaur. J, (2013). An Overview of Diabetic Neuropathy, Annual Review & Research in Biology, 3(4) 994-1024

Klinger. S.A, (2004). Why do my muscle feel weak than I am on dialysis exercise. Aakp RENALIFE, September 2004, Vol. 20 No.2, diperoleh dari www.aakp.org tanggal 19 September 2010

Notoatmojo. (2010). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta :

Riset Kesehatan Dasar (2013). Konsensus dialisis, tidak dipublikasikan.

Parkhad, S., Palve, S. 2014. Early Diagnosis of Neuropathy in Diabetic Patient Using Nerve Conduction Studies

Perkeni. 2011. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. PB Perkeni. Jakarta

WHO (2017). Use of Glycated Haemoglobin (HbA1c) in the Diagnosis of Diabetes Melitus.

Sultanpur, C.M., Deepa, K., Kumar, S.V. 2010. Comprehensive Review on HbA1c in Diagnosis of Diabetes Mellitus. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 3(2): 119-122




DOI: https://doi.org/10.33755/jkk.v6i2.181

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This journal (p-ISSN : 23548428  e-ISSN : 25988727) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View Our Statistics